PERSAMAAN DAN
PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL
1. Persamaan linear satu variabel
a.
Pernyataan
Pernyataan
adalah kalimat yang hanya mempunyai nilai benar saja atau salah saja.
Contoh:
No
|
Pernyataan
|
Keterangan
|
1
2
3
4
5
|
Ir.
Soekarno adalah presiden pertama Indonesia
5
merupakan faktor dari 12
13
adalah bilangan prima
Ruteng
adalah ibukota kabupaten manggarai
Ada 13
bulan dalam satu tahun
|
Benar
Salah
Benar
Benar
Salah
|
b.
Kalimat terbuka adalah kalimat yang belum
jelas nilai kebenarannya.
Contoh:
No
|
Kalimat terbuka
|
Keterangan
|
1
|
Dia
adalah presiden pertama Indonesia
|
Tidak
jelas kebenarannya, Dia siapa?
|
2
3
4
|
x + 3 = 8
y
habis dibagi 9
Toko
itu menjual alat tulis
|
Tidak
jelas kebenarannya, Untuk x yang
mana?
Tidak
jelas kebenarannya, untuk y yang mana
Tidak
jelas nilai kebenarannya, toko apa
|
c.
Penyelesaian kalimat terbuka
Setiap kalimat terbuka memuat variabel atau peubah yang dapat
diganti oleh suatu bilangan, suatu anggota, atau beberapa anggota. Pengganti
variabel yang memuat kalimat terbuka menjadi benar disebut penyelesaian.
Contoh :
1.
y- 3 =
8 benar untuk y = 11.
2.
x merupakan
faktor prima dari 12
benar untuk x = 2 dan 3.
Pada
contoh di atas y = 11 dan x = 2 atau x = 3 merupakan penyelesaian dari masing-masing kalimat terbuka.
d.
Persamaan linear dengan satu variabel
Persamaan linear satu variabel adalah kalimat terbuka yang memuat
variabel berpangkat satu dan dihubungkan dengan tanda = (“ sama dengan”)
(Kurniawan, 2008: 107)
Contoh:
1.
x + 5 =
8
persamaan linear satu variabel
2.
y – 1 = 2
persamaan linear satu variabel
3.
x + y = 10
persamaan dua variabel
persamaan
linear satu variabel adalah persamaan linear yang hanya memiliki satu variabel
saja. Lihat contoh 1 dan 2.
e.
Persamaan yang ekuivalen
Dua persamaan ekuivalen adalah dua persamaan yang memiliki
penyelesaian yang sama. Notasinya dinyatakan :
.
Untuk mendapatkan
persamaan yang ekuivalen dapat dilakukan dengan cara:
1.
Menambah atau mengurangi
Contoh:
x –
5 = 8
2.
2x + 3 = x + 7
3.
Mengalikan atau membagi
Contoh:
1.
= 3
2. 3x = 21
2.
Gabungan dari kedua operasi di atas.
Contoh:
3x – 5 = x + 7
2. Pertidaksamaan linear satu variabel
a. Pengertian
Ketidaksamaan
adalah pernyataan yang memuat notasi <, >, ≤, ≥, atau ≠. Untuk setiap
bilangan a, dan b, hanya berlaku satu hubungan ketidaksamaan, antara lain: 1) a
lebih b, ditulis a > b; 2) a kurang dari b, ditulis a < b; 3) a tidak
sama dengan b, ditulis a ≠ b; 4) a lebih dari atau sama dengan b, ditulis a ≥
b, 5) a kurang dari atau sama dengan b, a ≤ b (Sukino, dkk, 2007: 130)
b. Sifat-sifat
Dalam menyelesaikan
ketidaksamaan ada kalanya kita diharuskan menggunakan sifat-sifat
ketidaksamaan. Berikut ini ada beberapa sifat ketidaksamaan.
1)
Tanda sebuah ketidaksamaan tidak berubah, jika kedua ruas ditambah
atau dikurangi dengan bilangan yang sama. Secara matematis ditulis seperti
berikut ini:
Jika a < b
maka a ± c < b ± c
Jika a < b
maka a ± c > b ± c
Jika a ≤ b maka a
± c ≤ b ± c
Jika a ≥ b maka a
± c ≥ b ± c
2)
Tanda sebuah ketidaksamaan tidak berubah, jika kedua ruas
dikalikan atau dibagi dengan bilangan positif yang sama. Secara matematis dapat
ditulis seperti berikut ini:
Jika a < b dan
c > 0 maka ac < bc dan
< 
Jika a > b dan
c > 0 maka ac < bc dan 
Jika a 
Jika a
0 maka ac 
3)
Tanda sebuah ketidaksamaan harus berubah, jika kedua ruas dikali
atau dibagi dengan bilangan negative yang sama. Secara matematis ditulis
seperti berikut ini:
Jika
Jika 
Jika 
Jika 
c. Menentukan
penyelesaian pertidaksanmaan linear satu variabel (PLSV)
1)
Subtitusi
Penentuan penyelesaian pertidaksamaan
linear satu variabel dengan cara subtitusi adalah mengganti dengan suatu
bilangan pada pertidaksamaan agar diperoleh kalimat yang benar. Jika saat
pergantian variabel dengan semuan bilangan pada himpunan semesta diperoleh
kalimat yang salah maka penyelesaian pertidaksamaan itu tidak ada dan himpunan
penyelesaian adalah 
Contoh:
Apabila x adalah variabel pada {1, 2, 3, 4, 5}
tentukan himpunan penyelesaian pertidaksamaan x – 2 < 3
Jawab:
Cara subtitusi
dapat lebih mudah jika dibuat table sebagai berikut:
Variabel (x)
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
X – 2
|
-1
|
0
|
1
|
2
|
3
|
< 3?
|
ya
|
ya
|
ya
|
Ya
|
tidak
|
Jadi, Hp = {1, 2,
3, 4}
2)
Menyelesikan pertidaksamaan dengan cara mencari penyelesaian
persamaan
Menyelesaikan
pertidaksamaan linear dengan satu variabel dapat juga dilakukan dengan cara
mencari penyelesaian persamaan yang sama bentuknya dengan pertidaksamaan
tersebut. Cara ini dilakukan untuk daerah definisi variabel yang tak terbatas.
Contoh:
Tentukan himpunan
penyelesaian dari 4 +
dengan p
{bilangan asli}
Jawab:
Persamaan yang
sesuai dengan pertidaksamaan 4 +
adalah 4 +
.
Penyelesaian
persamaan: 4 + 
Jadi, 4 +
(kembalikan ketanda pertidaksamaan). Himpunan
penyelesaian adalah {1, 2, 3, 4, 5}
3)
Menyelesaikan pertidaksamaan dengan menggunakan sifat-sifat
ketidaksamaan
Contoh:
Tentukan himpunan
penyelesaian pertidaksamaan 15 – 8x
dengan x 
Jawab:
(i) (tanda variabel x positif)
15 – 8x > 40 – 13x
15 – 8x + 13x > 40 – 13x + 13x (kedua ruas ditambah 13x)
15 + 5x > 40
15 + 5x – 15 > 40 – 15 (kedua ruas dikurangi 15)
5x
> 25
x > 25/5 (kedua
ruas dibagi 5)
x >5
(ii)
(tanda variabel x
negatif)
15 – 8x > 40 – 13x
15 – 8x + 8x > 40 – 13x +8x
(kedua ruas ditambah 8x)
15 > 40 – 5x
15
– 40 > 40 – 5x –
40 (kedua ruas dikurang 40)
- 25 > -5x
-25/-5 < x (tanda ketidaksamaan berubah)
5 < x
x > 5