Minggu, 18 Desember 2016

Materi Matematika SMP Kelas VII (Persamaan Linear Satu Variabel)



PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL

1.       Persamaan linear satu variabel
a.       Pernyataan
Pernyataan adalah kalimat yang hanya mempunyai nilai benar saja atau salah saja.
Contoh:
No
Pernyataan
Keterangan
1
2
3
4
5
Ir. Soekarno adalah presiden pertama Indonesia
5 merupakan faktor dari 12
13 adalah bilangan prima
Ruteng adalah ibukota kabupaten manggarai
Ada 13 bulan dalam satu tahun
Benar
Salah
Benar
Benar
Salah

b.      Kalimat terbuka adalah kalimat yang belum jelas nilai kebenarannya.
Contoh:
No
Kalimat terbuka
Keterangan
1
Dia adalah presiden pertama Indonesia
Tidak jelas kebenarannya, Dia siapa?
2

3

4
x + 3 = 8

y habis dibagi 9

Toko itu menjual alat tulis
Tidak jelas kebenarannya, Untuk x yang mana?
Tidak jelas kebenarannya, untuk y yang mana
Tidak jelas nilai kebenarannya, toko apa

c.       Penyelesaian kalimat terbuka
Setiap kalimat terbuka memuat variabel atau peubah yang dapat diganti oleh suatu bilangan, suatu anggota, atau beberapa anggota. Pengganti variabel yang memuat kalimat terbuka menjadi benar disebut penyelesaian.
Contoh :
1.       y- 3 = 8  benar untuk y = 11.
2.       x merupakan faktor prima dari 12   benar untuk x = 2 dan 3.
Pada contoh di atas y = 11 dan x = 2 atau x = 3 merupakan penyelesaian dari masing-masing kalimat terbuka.
d.      Persamaan linear dengan satu variabel
Persamaan linear satu variabel adalah kalimat terbuka yang memuat variabel berpangkat satu dan dihubungkan dengan tanda = (“ sama dengan”) (Kurniawan, 2008: 107)
Contoh:
1.       x + 5 = 8   persamaan linear satu variabel
2.       y – 1 = 2   persamaan linear satu variabel
3.       x + y = 10  persamaan dua variabel
persamaan linear satu variabel adalah persamaan linear yang hanya memiliki satu variabel saja. Lihat contoh 1 dan 2.
e.      Persamaan yang ekuivalen
Dua persamaan ekuivalen adalah dua persamaan yang memiliki penyelesaian yang sama. Notasinya dinyatakan :  .
Untuk mendapatkan persamaan yang ekuivalen dapat dilakukan dengan cara:
1.       Menambah atau mengurangi
Contoh:
 x – 5 = 8
 x = 8 + 5
   x = 13
  x = 13 disebut penyelesaian dari x – 5 = 8.
2.          2x + 3 = x + 7
    2x - x  =  7 – 3
     x           =  4
  x = 4 disebut penyelesaian dari 2x + 3 = x + 7
 :
  dibaca “ sehingga “
3.       Mengalikan atau membagi
Contoh:
1.             = 3                                                       2.    3x = 21
    = 2 x 3                                                    
        = 6                                                                = 7
  x = 6 disebut penyelesaian dari  = 3                x = 7 disebut penyelesaian dari 3x = 21
2.       Gabungan dari kedua operasi di atas.
Contoh:
              3x – 5 = x + 7                    
  3xx = 7+5                   
  2x = 12
                              
             = 6 
2.       Pertidaksamaan linear satu variabel
a.       Pengertian
Ketidaksamaan adalah pernyataan yang memuat notasi <, >, ≤, ≥, atau ≠. Untuk setiap bilangan a, dan b, hanya berlaku satu hubungan ketidaksamaan, antara lain: 1) a lebih b, ditulis a > b; 2) a kurang dari b, ditulis a < b; 3) a tidak sama dengan b, ditulis a ≠ b; 4) a lebih dari atau sama dengan b, ditulis a ≥ b, 5) a kurang dari atau sama dengan b, a ≤ b (Sukino, dkk, 2007: 130)
b.      Sifat-sifat
Dalam menyelesaikan ketidaksamaan ada kalanya kita diharuskan menggunakan sifat-sifat ketidaksamaan. Berikut ini ada beberapa sifat ketidaksamaan.
1)      Tanda sebuah ketidaksamaan tidak berubah, jika kedua ruas ditambah atau dikurangi dengan bilangan yang sama. Secara matematis ditulis seperti berikut ini:
Jika a < b maka a ± c < b ± c
Jika a < b maka a ± c > b ± c
Jika a ≤ b maka a ± c ≤ b ± c
Jika a ≥ b maka a ± c ≥ b ± c
2)      Tanda sebuah ketidaksamaan tidak berubah, jika kedua ruas dikalikan atau dibagi dengan bilangan positif yang sama. Secara matematis dapat ditulis seperti berikut ini:
Jika a < b dan c > 0 maka ac < bc dan  <
Jika a > b dan c > 0 maka ac < bc dan
Jika a
Jika a  0 maka ac
3)      Tanda sebuah ketidaksamaan harus berubah, jika kedua ruas dikali atau dibagi dengan bilangan negative yang sama. Secara matematis ditulis seperti berikut ini:
Jika  
Jika
Jika
Jika
c.       Menentukan penyelesaian pertidaksanmaan linear satu variabel (PLSV)
1)      Subtitusi
Penentuan penyelesaian pertidaksamaan linear satu variabel dengan cara subtitusi adalah mengganti dengan suatu bilangan pada pertidaksamaan agar diperoleh kalimat yang benar. Jika saat pergantian variabel dengan semuan bilangan pada himpunan semesta diperoleh kalimat yang salah maka penyelesaian pertidaksamaan itu tidak ada dan himpunan penyelesaian adalah
Contoh:
Apabila x adalah variabel pada {1, 2, 3, 4, 5} tentukan himpunan penyelesaian pertidaksamaan x – 2 < 3
Jawab:
Cara subtitusi dapat lebih mudah jika dibuat table sebagai berikut:
Variabel (x)
1
2
3
4
5
X – 2
-1
0
1
2
3
< 3?
ya
ya
ya
Ya
tidak
Jadi, Hp = {1, 2, 3, 4}
2)      Menyelesikan pertidaksamaan dengan cara mencari penyelesaian persamaan
Menyelesaikan pertidaksamaan linear dengan satu variabel dapat juga dilakukan dengan cara mencari penyelesaian persamaan yang sama bentuknya dengan pertidaksamaan tersebut. Cara ini dilakukan untuk daerah definisi variabel yang tak terbatas.
Contoh:
Tentukan himpunan penyelesaian dari 4 +  dengan p  {bilangan asli}
Jawab:
Persamaan yang sesuai dengan pertidaksamaan 4 +  adalah 4 + .
Penyelesaian persamaan:      4 +
 
  p = 5
Jadi, 4 +   (kembalikan ketanda pertidaksamaan). Himpunan penyelesaian adalah {1, 2, 3, 4, 5}
3)      Menyelesaikan pertidaksamaan dengan menggunakan sifat-sifat ketidaksamaan
Contoh:
Tentukan himpunan penyelesaian pertidaksamaan 15 – 8x dengan x
Jawab:
(i)      (tanda variabel x positif)
15 – 8x > 40 – 13x
15 – 8x + 13x > 40 – 13x + 13x (kedua ruas ditambah 13x)
15 + 5x > 40
15 + 5x – 15 > 40 – 15 (kedua ruas dikurangi 15)
5x > 25
x > 25/5 (kedua ruas dibagi 5)
x >5
(ii)    (tanda variabel x negatif)
15 – 8x > 40 – 13x
15 – 8x + 8x > 40 – 13x +8x (kedua ruas ditambah 8x)
15 > 40 – 5x
15     – 40 > 40 – 5x – 40  (kedua ruas dikurang 40)
- 25 > -5x
-25/-5 < x (tanda ketidaksamaan berubah)
5 < x
x > 5